Kades Harus Punya Kreasi Kelola Dana Desa

Kades Harus Punya Kreasi Kelola Dana Desa
PEMBANGUNAN DESA : Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie saat menghadiri Rakor Percepatan Pembangunan Desa se-Kaltara di Gedung Gadis, Senin (8/4).

TANJUNG SELOR – Pemerintah
memberikan perhatian yang besar ke Desa. Ini dibuktikan dengan alokasi anggaran
yang besar langsung ke desa. Sejak puluhan tahun Indonesia merdeka, baru di era
sekarang Pemerintah mengalokasikan dana hingga Rp 70-an triliun ke desa.

Begitu pun di Kalimantan
Utara (Kaltara). Dikatakan Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie, tahun ini ada
Rp 463,26 miliar dana desa yang akan dibagi untuk 147 desa. “Dari itu, bagi
masyarakat desa, utamanya para aparat desa wajib mensyukuri. Tak sekedar
bersyukur dalam ucapan, namun dengan tindakan nyata. Dengan bekerja lebih baik,”
kata Gubernur saat membuka Rapat Koordinasi Percepatan Pembangunan Desa se
Kalimantan Utara di Gedung Gabungan Dinas Pemprov Kaltara, Senin (08/04).

Dengan alokasi dana yang begitu
besar ke desa ini, Gubernur mengingatkan kepada para Kepala Desa (Kades) dan
Aparat Desa agar dalam pengelolaannya harus lebih hati-hati. “Lakukan secara
benar dan tepat sasaran,” katanya. Apalagi saat ini, lanjut Irianto, penggunaan
dana desa mendapat pengawasan ketat oleh para aparat penegak hukum.

“Kades dan aparat desa
perlu banyak belajar. Pahami aturan-aturan tentang pemerintahan desa. Termasuk
aturan bagaimana pengelolaan dana desa yang benar. Agar jangan sampai salah
dalam melangkah. Apalagi sampai ke kesalahan yang berujung ke masalah hukum,”
kata Irianto.

Belajar, lanjutnya,  bisa dilakukan secara mandiri, dengan banyak
membaca. Atau bisa lewat pelatihan-pelatihan, hingga forum resmi lainnya,
termasuk melalui Rapat Koordinasi Percepatan Pembangunan Desa yang dilaksanakan
kemarin.

“Melalui Rapat Koordinasi
ini, saya harap akan terbangun motifasi untuk meningkatkan status desa. Dari
desa yang tertinggal menjadi desa yang maju, hingga ke desa mandiri,” katanya. Rakor
sendiri diikuti oleh para camat, perwakilan kepala desa bersama aparaturnya,
serta jajaran dinas pemberdayaan masyarakat desa se-Kaltara.

Seperti kita ketahui, dari
147 desa yang ada di Kaltara, 125 desa di antaranya adalah merupakan desa
tertinggal dan sangat tertinggal. Baru ada 4 desa maju dan 3 desa mandiri. Untuk
meningkatkan status desa, kata Irianto, bukan hanya dengan anggaran yang besar.
Tapi butuh semangat untuk maju juga penting. Perlunya memperkuat daya saing, serta
mengubah pola pikir masyarakat ke arah pemikiran yang maju.

“Aparat desa, utamanya
Kades harus banyak berinovasi, berkreasi untuk memajukan desanya. Dengan dana
desa yang besar, kemudian ada kreasi yang positif, saya yakin desa akan menjadi
cepat maju. Belajar ke banyak desa yang maju. Sekarang fasilitas untuk belajar
juga sudah banyak. Bisa lewat internet, kita bisa tahu banyak contoh desa yang
maju dengan kreatifitas pemimpin dan warga desanya,” kata Irianto.

Gubernur mengatakan, dari
pemantauannya setelah keliling ke banyak desa di Kaltara. Diketahui, masih
banyak rumah warga yang tidak layak huni. Untuk itu, kepada para Kades diminta untuk
memperhatikan ini. “Dana desa jangan hanya untuk membangun infrastruktur, tapi
juga bisa untuk membantu masyarakat. Salah satunya dapat membantu rehab rumah
masyarakat,” ujarnya.

Ditambahkan, dari Pemerintah
Provinsi sudah memprogramkan bantuan rehab rumah untuk warga miskin, melalui
desa juga bisa dialokasikan. Namun demikian masih banyak rumah warga yang perlu
dibantu. Sehingga pemerintah desa dapat turut memprogramkan, melalui dana desa
yang dimiliki.

“Pemerintah sudah
memberikan anggaran besar, melalui dana desa. Kelola dengan baik dan benar,
hingga memberikan manfaat untuk kesejahteraan masyarakat. Susun program yang
baik, jangan hanya untuk jangka pendek, tapi untuk Panjang,” pangkasnya.

http://www.kilaskaltara.com/wp-content/uploads/2017/12/uykuykuyku.jpg

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply