Ajak Kemenag Tebarkan Pesan Kebaikan

Ajak Kemenag Tebarkan Pesan Kebaikan
RAKERWIL KEMENAG : Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie memberikan arahan pada Rakerwil Kemenag se Kaltara di Hotel Crown, Minggu (7/4).

TANJUNG SELOR – Gubernur
Kaltara, Dr H Irianto Lambrie mengajak jajaran Kementerian Agama (Kemenag)
Provinsi Kalimantan Utara untuk ikut berpartisipasi dalam menyebarkan pesan
kedamaian di Kaltara. Menurutnya, keharmonisan warga di Kaltara ini patut
dijaga, karena itu peran Kemenag dan seluruh warga Kaltara sangat diperlukan.

Dikatakannya, Kaltara
sendiri telah mendapatkan penghargaan dari Kemenag RI yang berkaitan dengan
harmonisasi warganya. Adalah Harmoni Award, yang menempatkan Kaltara pada
urutan pertama untuk tingkat toleransi antar umat beragama.

“Masyarakat Kaltara
ini sangat toleran dengan masyarakat lainnya khususnya bagi warga yang datang
dari luar Kaltara, inilah yang menjadi kelebihan kita sehingga kita dijuluki
sebagai Indonesia Mini. Karena warga kita sangat menerima perbedaan itu,”
ungkap Irianto saat memberi arahan pada acara Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil)
Kemenag Provinsi Kaltara di Hotel Crown, Minggu (7/4).

Irianto juga mengajak agar
warganya dapat memaknai tema Rakerwil kali ini. Disebutkan, ada tiga kata kunci
dalam tema Rakorwil. Pertama moderasi agama. Dalam arti bahasa, moderasi adalah
penengah. Menurutnya, Kemenag memiliki peranan penting dalam menjaga
keharmonisan di Kaltara. Dikatakan Gubernur, moderasi jangan hanya menjadi tema
Rakerwil. Akan tetapi dapat diresapi untuk dijadikan pijakan dalam berbuat
kebaikan di bumi Kaltara.

“Ini harus kita
aplikasikan dalam bentuk program yang konkrit, serta menyentuh warga
kita,” kata Irianto.

Yang kedua, kebersamaan
umat. Jika berbicara umat manusia, Gubernur mengatakan, tidak lagi berbicara
agama apa, melainkan seluruh umat. Secara universal,  tanpa memandang agama apa.

“Selain sebagai
penengah, Kementerian Agama hadir untuk mempersatukan umat. Dua kata kunci yang
harus dipadukan,” katanya..

Gubernur pun mengajak
kepada seluruh warga Kaltara untuk bersyukur, bahwa Negara Kesatuan Republik
Indonesia (NKRI) ditakdirkan menjadi negara beragama. Di mana terdapat 6 agama
mayoritas yang diakui oleh negara dan beragam suku bangsa yang telah hidup lama
di Indonesia. Menurutnya perbedaan ini adalah warisan yang sering tidak
disadari oleh warga. “Artinya dengan hadirnya Kemenag RI, diharapkan mampu
membuat masyarakat menjadi sadar akan perbedaan itu,” sebutnya.

Pentingnya moderasi agama
pada saat ini adalah, di mana agama saat ini selalu dikaitkan dengan kontestasi
politik. Apalagi tahun ini merupakan tahun politik, yang mana seluruh warga
negara ini akan merayakan pesta demokrasi pada tanggal 17 April 2019. Karena
itu, Irianto mengajak untuk selalu menjaga kedamaian di Kaltara. Dengan kata
lain tidak terprovokasi dengan berbagai macam hasutan, apalagi hingga
berbenturan dengan SARA.

“Jadi moderasi
beragama bisa menjadi kata kunci menyelesaikan masalah keagamaan kita,”
ungkapnya.

Selanjutnya, ketiga dalam
tema itu adalah Reformasi Birokrasi. Indonesia kini sedang menyiapkan menuju
birokrasi kelas dunia. Di seluruh kementerian / lembaga, hingga pemerintah
daerah. Termasuk tak terkecuali di kementerian agama.

“Ada  tiga hal utama untuk bisa menjadi birokrasi
kelas dunia. Pertama birokrasi melayani, kemudian birokrasi yang memiliki
kemampuan profesional, serta ketiga berintegritas,” imbuhnya. (humas)

http://www.kilaskaltara.com/wp-content/uploads/2017/12/uykuykuyku.jpg

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply