Disnakertrans Buka Kesempatan Pemagangan untuk 100 Calon Naker

Disnakertrans Buka Kesempatan Pemagangan untuk 100 Calon Naker

TANJUNG SELOR – Sebagai upaya
meningkatkan kapasitas dan ketrampilan kepada masyarakat usia kerja, Pemerintah
Provinsi (Pempov) Kalimantan Utara (Kaltara) melalui Dinas Tenaga Kerja dan
Transmigrasi (Disnakertrans) mengadakan program pemagangan bagi 100 orang calon
tenaga kerja (Naker).

Kegiatan ini, seperti dijelaskan Kepala
Disnakertrans Kaltara Armin Mustafa, merupakan program alokasi percepatan
peningkatan kompetensi bagi calon tenaga kerja dan percepatan sertifikasi yang
digulirkan oleh pusat, melalui Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) Republik
Indonesia (RI). Yakni, penyelenggaraan Pemagangan bagi calon tenaga kerja yang
nantinya dipersiapkan untuk masuk ke berbagai peluang kerja di perusahaan.

“Tahun ini kita mendapatkan alokasi
sebanyak 100 orang bagi calon tenaga kerja, untuk mengikuti program pemagangan.
 Ini merupakan sebagai wujud keseriusan
pemerintah dalam percepatan peningkatan kompetensi calon tenaga kerja,“ kata Armin
Mustafa.

Armin menjelaskan, penyelenggaraan
pemagangan yang dilaksanakan, berorientasi kepada jabatan kerja. Maka itu,
pemagangan bagi calon tenaga kerja dilakukan berdasarkan kompetensi yang
diharapkan, atau teknologi yang diterapkan untuk melaksanakan tugas sesuai
dengan jabatan kerjanya. “ Melalui pemagangan ini, peserta calon tenaga kerja akan
mendapatkan pengalaman kerja pada dunia kerja yang sesungguhnya. Sehingga mampu
membentuk sikap mental, perilaku kerja serta kompetensi yang sesuai dengan
kebutuhan pasar kerja. Ini dapat menjadi modal yang sangat penting bagi
seseorang untuk mendapatkan pekerjaan atau bekerja secara mandiri,“ jelasnya.

Dikatakan, dalam proses pelaksanaan
pemagangan, perusahana yang mau menerima pemagang, menjadi faktor tertentu. Karena
perusahaan merupakan persyaratan mutlak dalam penyelenggaraan pemagangan. “Kami
hanya memfasilitasi untuk merekrut aja. Perekrutan pemagangan ini terbuka unutk
umum, tidak ada batas maksimal harus berijazah SMA atau SMP. Ijazah apa saja
bisa mendaftar. Tinggal kebijakan perusahaan lagi, karena ini merupakan
pelatihan bukan bekerja. Calon pekerja atau peserta magang melakanakan
magangnya di perusahaan-perusahaan yang sesuai dengan kejuruan pemagangan yang
dipilihnya,”  beber Armin.

Bagi calon tenaga kerja atau peserta
magang, lanjutnya, jika lolos seleksi akan melaksanakan magangnya selama 5
bulan. Yakni 1 bulan belajar teori, dan selama 4 bulan mengikuti praktek.
Setelah selesai mengikuti program pemagangan, peserta akan diberikan sertifikat.

“Peserta magang nanti akan dibuatkan
perjanjian, kalau sebelum 5 bulan melaksanakan pemagangan peserta menggundurkan
diri kita tidak kasih sertifikat, karena dianggap mengundurkan diri,” katanya. Hal
itu dilakukan, karena berdasar pengalaman sebelumnya, banyak peserta yang mengundurkan
diri. Sementara banyak peserta lain yang ingin ikut. “Kami tergetnya anak-anak
yang putus sekolah, Yang cacat juga boleh. Yang penting dia punya keahlian,”
tuturnya.

Armin menambahkan, calon pekerja atau
peserta magang, selama mengikuti pemagangan akan diberikan jaminan asuransi
ketenaga kerjaan. “Selama 5 bulan itu calon pekerja yang mengikuti program
pemagangan akan diberikan asuransi, yakni BPJS ketenagakerjaan  oleh pemerintah,” pungkasnya. (humas)

http://www.kilaskaltara.com/wp-content/uploads/2017/12/uykuykuyku.jpg

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply