Tahun Ini, 10.931 Warga Kurang Mampu Terima BPNT

Tahun Ini, 10.931 Warga Kurang Mampu Terima BPNT
BANTUAN : Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie saat memberikan bantuan kepada salah seorang warga Kaltara, belum lama ini.

TANJUNG SELOR – Pada tahun ini, Kalimantan Utara
(Kaltara) menerima alokasi anggaran program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT)
senilai Rp 14,428 miliar. Bantuan dari Kementerian Sosial (Kemensos) ini, untuk
10.931 kepala keluarga (KK) yang terdata sebagai Keluarga Penerima Manfaat
(KPM).

Gubernur
Kaltara Dr H Irianto Lambrie mengatakan, BPNT adalah bantuan pangan dari
pemerintah yang diberikan kepada KPM setiap bulannya melalui mekanisme akun
elektronik. Bantuan ini digunakan hanya untuk membeli pangan di e-Warong
Kelompok Usaha Bersama Program Keluarga Harapan (KUBE PKH) atau pedagang bahan
pangan yang bekerjasama dengan Bank HIMBARA (Himpunan Bank Milik Negara), yaitu
BRI, BNI, dan Bank Mandiri.

“Program
ini bertujuan untuk mengurangi beban pengeluaran, serta memberikan nutrisi yang
lebih seimbang kepada KPM atau masyarakat kurang mampu secara tepat sasaran dan
tepat waktu,” kata Gubernur.

Realisasian
BPNT, diungkapkan Irianto, sesuai laporan dari Dinas Sosial (Dinsos) Kaltara, hanya
di 3 daerah di Kaltara. Yakni, Kota Tarakan, Kabupaten Malinau dan Nunukan.
Sementara Bulungan dan Tana Tidung, belum.

“Menurut
laporan dari Dinas Sosial, dua kabupaten ini belum, karena masih menunggu
kesiapan sarana dan prasarana penunjangnya terlebih dahulu. Mengingat proses
pencairan BPNT menggunakan teknologi digital perbankan yang harus didukung
jaringan internet,” jelasnya.

Sementara
itu, Kepala Dinsos Kaltara Sugiono menambahkan, besaran bantuan per KPM senilai
Rp 110 ribu per bulan. Penggunaannya, untuk pembelian bantuan pangan di
pedagang bahan pangan melalui e-Warong yang bekerjasama dengan bank penyalur.
Yaitu Bank Himbara.

Selain
BPNT, di Kaltara juga ada bantuan Beras Sejahtera (Rastra). Tahun ini, Kaltara
menerima jatah Rp 15,478 miliar untuk 11.726 KPM. Realisasinya, berupa bantuan
10 kilogram beras per bulan bagi tiap KPM. Daerah yang memanfaatkan program
ini, yakni Bulungan dan Tana Tidung.

Lebih
lanjut disampaikan, bantuan sosial untuk program Rastra pada 2018 telah disalurkan
sebesar Rp 19,864 miliar. Dengan jumlah KPM sebanyak 26.321 KK. Sementara untuk
BPNT, dialokasikan sebesar Rp 7,030 miliar untuk 11.309 KPM. “ Pada 2017, BPNT
sudah mulai perlahan-lahan kita perluas sembari menunggu kesiapan daerah.
Terutama pemerintah daerah melalui dinas teknis dalam membuat administrasinya,”
kata Sugiono.

Dengan
adanya teknologi tersebut, lanjutnya, KPM dapat memanfaatkan bantuan ini (BPNT)
untuk membeli beras dan telor. “Setiap e-Warung akan menyediakan mesin EDC
(Elektronic Data Capture). Sehingga, masyarakat bisa dengan mudah mengambil
beras atau telor sesuai jatah yang tersedia,” katanya.

“Modelnya
semacam kartu ATM. Di dalam kartu bantuan pangan tersebut sudah terisi saldo,
yang disisi oleh pihak bank. Kartu tiap bulannya di isi Rp 110 ribu, jadi
masyarakat tinggal gesek di e-Warung yang sudah ditunjuk oleh pihak bank. Yang
mana tiap e-Warung dapat melayani sebanyak 250 KPM,” imbuhnya. (humas)

http://www.kilaskaltara.com/wp-content/uploads/2017/12/uykuykuyku.jpg

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply