Inflasi Triwulan I Diperkirakan Capai 3,70 Persen

Inflasi Triwulan I Diperkirakan Capai 3,70 Persen

TANJUNG SELOR – Pada
triwulan I 2019, inflasi di wilayah Kawasan Timur Indonesia (KTI) termasuk
Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) diperkirakan berada pada rentang 3,30
hingga 3,70 persen. Demikian disampaikan oleh Gubernur Kalimantan Utara
(Kaltara) Dr H Irianto Lambrie berdasarkan Kajian Ekonomi dan Keuangan Regional
(KEKR) Laporan Nusantara Februari 2019, Selasa (5/3).

Pun demikian, ada beberapa
risiko tetap harus diwaspadai. Antara lain, kemungkinan cuaca ekstrim yang dapat menyebabkan banjir atau longsor
khususnya di

Sulawesi dan Mapua, peningkatan harga emas internasional, serta peningkatan permintaan
menjelang Pemilihan Presiden (Pilpres) dan Pemilihan
Legislatif (Pileg) tahun
2019. “Untuk meminimalisir risiko
peningkatan tekanan inflasi 2019,
Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) telah menyiapkan
beberapa kebijakan strategis. Beberapa program
baru pada 2019 akan segera diinisiasi sesuai dengan kerangka peta jalan pengendalian inflasi daerah periode
2019-2021 yang mencakup upaya untuk

menjaga keterjangkauan
harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi efektif (4K),”
beber Irianto.

Dari sisi ketersediaan
pasokan, implementasi program TPID terutama fokus pada pasokan komoditas beras,
daging ayam ras, ikan segar, cabai rawit, cabai merah, serta

bawang merah. Beberapa
program yang telah dan akan terus dilakukan antara lain adalah sistem pertanian
tanaman bahan makanan dan unggas yang terintegrasi di

Bali Nusra. Lalu, perluasan
urban farming di Sulawesi, Kalimantan,
dan Bali Nusra. Selanjutnya, kerja sama penyediaan pasokan ikan dengan pelaku
industri ke pasar tradisional di Mapua, pemberian bantuan teknis dan sarana prasarana
penangkapan ikan di Mapua dan Sulawesi, pengembangan klaster ikan bandeng dan
aneka bumbu di

Sulawesi, dan penguatan
distribusi pasokan daging ayam ras beku sebagai alternatif daging ayam ras
segar di Kalimantan.

Sementara untuk menjaga
kelancaran distribusi, TPID menjalankan berbagai program untuk memperkuat kerja
sama antardaerah serta memastikan tersedianya infrastruktur transportasi yang
memadai. “Penguatan perdagangan antardaerah dilakukan baik

antarprovinsi di KTI,
antara provinsi di luar KTI, antarkabupaten dalam satu provinsi, maupun antara kabupaten
di dua provinsi yang berbeda,” ungkap Irianto. Penguatan

infrastruktur transportasi
dan konektivitas ditempuh oleh TPID melalui pembangunan dan perbaikan jalan
serta jembatan untuk memastikan kelancaran distribusi barang

dari daerah asal ke daerah
tujuan.

Sementara itu, berdasarkan
berita resmi statisk Perkembangan Indeks Harga Konsumen/Inflasi Provinsi
Kaltara Bulan Februari 2019 yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltara, pada
Februari 2019, terjadi deflasi sebesar minus 0,03 persen di Kaltara. Sementara
tingkat inflasi tahun kalender sebesar 0,94 persen dan inflasi tahun ke tahun
5,38 persen.

Deflasi di Kaltara,
khususnya Kota Tarakan dipengaruhi
oleh penurunan indeks harga pada kelompok bahan makanan yaitu sebesar minus 2,35 persen dan kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar minus 0,11 persen. Sedangkan

yang mengalami peningkatan indeks adalah pada kelompok transportasi, komunikasi dan jasa keuangan
sebesar 4,40 persen, selanjutnya kelompok
sandang sebesar 0,07 persen, kemudian kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,05 persen, serta kelompok
kesehatan sebesar 0,04 persen. Sementara
indeks harga pada kelompok pendidikan,
rekreasi dan olah raga, sebesar 0,00 persen.(humas)

http://www.kilaskaltara.com/wp-content/uploads/2017/12/uykuykuyku.jpg

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply