Berpola Agroforestry Kemitraan, 15 Ton Padi Dipanen Perdana

Berpola Agroforestry Kemitraan, 15 Ton Padi Dipanen Perdana
PANEN PERDANA : Kadishut Kaltara Syarifudin saat melakukan panen perdana agroforestry kemitraan UPT KPH Malinau dan KTH Desa Setulang, Selasa (5/3)

MALINAU – Sebanyak 15 ton padi dan 500 kilogram jagung
yang ditanam dengan sistem agroforestry berpola kemitraan antara masyarakat
sekitar hutan dan pemerintah di wilayah Desa Setulang, Kecamatan Malinau
Selatan Hilir, Kabupaten Malinau dipanen perdana, Selasa (5/3).

Panen itu berasal dari demonstrasi plot (Demplot)
agroforestry 2 Kelompok Tani Hutan (KTH) di Desa Setulang. Yakni, KTH Bela
Sa’an Baru (panen padi 5 ton, dan jagung 500 kilogram), serta KTH Binang
Mandiri (panen padi 10 ton).

Diungkapkan Kepala Dinas Kehutanan (Dishut) Provinsi
Kalimantan Utara (Kaltara) Syarifudin, panen perdana ini sekaligus dimanfaatkan
untuk mempromosikan tradisi masyarakat Suku Oma Lung yang menerapkan sistem
pengelolaan lahan secara berkelanjutan untuk ketahanan pangan. “Kami juga berupaya
mensosialisasikan implementasi pemberian hak kelola kepada masyarakat terhadap
kawasan hutan secara sah melalui program perhutanan sosial dengan skema
kemitraan kehutanan, yang izinnya dikeluarkan oleh Menteri Lingkungan Hidup dan
Kehutanan,” tutur Syarifudin.

Dengan skema kemitraan kehutanan, masyarakat menjadi sah mengelola lahan dalam waktu 35 tahun dan bisa
mendapatkan perpanjangan dan diturunkan kepada anak-cucu. “Hal penting lainnya,
melalui skema kemitraan kehutanan, program pemerintah baik melalui APBN maupun APBD akan memberikan dukungan pelaksanaan di lapangan untuk kesejahteraan masyarakat Desa Setulang. Selain itu, UPT KPH Malinau dan KTH Desa Setulang akan mudah membuka
peluang kerja sama dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lainnya, dengan
pihak mitra pembangunan seperti GIZ FORCLIME, khususnya dalam hal pengembangan
kapasitas SDM dan organisasi KTH dan para pendampingnya,” beber Syarifudin.

Sebagai informasi, KTH Bela Sa’an Baru memiliki luas
lahan garap 5 hektare meliputi tanaman jangka panjang telah ditanam sebanyak
1.500 batang pohon Sengon, tanaman jangka menengah telah ditanam jenis pohon
buah Lengkeng Unggul sebanyak 230 batang, dan tanaman jangka pendek atau jenis
tanaman semusim telah ditanam padi dan jagung. Sementara KTH Binang Mandiri,
luas lahannya sama yakni 5 Ha ditanami dengan jenis tanaman jangka panjang
berupa jenis pohon Gaharu, jenis buah-buahan berupa Lengkeng, Rambutan, dan
Durian; dan tanaman semusimnya berupa padi.

Pendanaan kegiatan lewat APBN melalui BPHP Wilayah XI
Samarinda untuk Penataan Areal Kerja (PAK) seluas 100 Ha dengan
pembangunan satu Demplot seluas 5 Ha; satu Demplot lainnya seluas 5 Ha didanai
melalui APBD Provinsi Kalimantan Utara. Selain itu, GIZ FORCLIME memberikan
dukungan pendampingan dalam rangka penguatan kapsitas SDM dan pembentukan
organisasi melalui Kelompok Kerja (POKJA) Perhutanan Sosial Provinsi Kaltara.(humas)

http://www.kilaskaltara.com/wp-content/uploads/2017/12/uykuykuyku.jpg

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply