Inflasi Kaltara 0,96 Persen, Gubernur Minta TPID Kerja Keras Tekan Harga

Inflasi Kaltara 0,96 Persen, Gubernur Minta TPID Kerja Keras Tekan Harga

TANJUNG
SELOR – Sesuai data yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan
Utara (Kaltara), berdasar pada pantauan Indeks Harga Konsumen (IHK) pada
Januari 2019, inflasi di provinsi Kaltara yang diukur di Kota Tarakan sebesar
0,96 persen. Sedang inflasi dari tahun ke tahun, mencapai 5,49 persen.

Dibandingkan
pada Desember tahun lalu, tingkat inflasi Kaltara memang lebih rendah. Untuk
diketahui, Tarakan pada Desember 2018 terjadi inflasi sebesar 1,60 persen,
dengan tingkat inflasi tahun kalender dan Tingkat Inflasi tahun ke tahun sebesar
5,00 persen.

“Terjadi
perubahan IHK dari 147,40 pada Desember 2018 menjadi 148,82 pada Januari 2019.
Inflasi tahun kalender sebesar 0,96 persen dan inflasi tahun ke tahun pada
Januari 2019 sebesar 5,49 persen,” demikian bunyi rilis yang dikeluarkan BPS Kaltara
pada akhir pekan kemarin. Selain inflasi, harga kebutuhan pokok di Kaltara,
disebutkan juga masih tergolong tinggi dibandingkan dengan daerah lain.

Gubernur
Kaltara Dr H Irianto Lambrie mengatakan, melihat masih tingginya angka inflasi
ini perlu menjadi perhatian jajarannya. Terutama melalui Tim Pengendali Inflasi
Daerah (TPID) untuk berupaya bagaimana bisa menekan harga komoditi yang menjadi
penyumbang inflasi. Di antaranya kelompok bahan makanan, serta transportasi.

“Untuk
inflasi transportasi, utamanya didorong oleh kenaikan harga tiket pesawat
udara. Harga tiket in merupakan kebijakan dari pusat, saya selaku gubernur juga
sudah bersurat langsung ke Menteri Perhubungan untuk mengendalikan.
Alhamdulillah, meski belum signifikan, sudah sedikit turun. Mudah-mudahan ini
juga bisa mengendalikan inflasi pada bulan berikutnya,” kata Irianto. Tak
hanya harga tiket pesawat, upaya mengendalikan harga juga perlu dilakukan untuk
komoditi bahan makanan.

Untuk
diketahui, inflasi di Provinsi Kaltara (Kota Tarakan) dipengaruhi oleh
peningkatan indeks harga pada kelompok bahan makanan yaitu sebesar 2,23 persen.
Kemudian kelompok transportasi, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 1,99
persen, kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,74 persen.
Selanjutnya, kelompok kesehatan sebesar 0,46 persen, kelompok sandang sebesar
0,17 persen, serta kelompok pendidikan, rekreasi dan olah raga sebesar 0,07
persen. Sementara itu untuk kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan
bakar mengalami penurunan indeks sebesar -0,26 persen.

Berdasar
rilis BPS juga, inflasi Kaltara merupakan salah satu yang tertinggi di
Indonesia. Bahkan lebih tinggi dari level inflasi nasional yang sebesar 0,32
persen. Disebutkan dalam rilisnya BPS, dari 82 kota pantauan IHK nasional, pada
Januari 2019 sebanyak 73 kota mengalami inflasi dan 9 kota lainnya mengalami
deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Kota Tanjung Pandan, Provinsi Bangka
Belitung sebesar 1,23 persen dan terendah terjadi di Kota Pematang Siantar,
Sumatera Utara sebesar 0,01 persen. Sedangkan deflasi tertinggi terjadi di Kota
Tual sebesar -0,87 persen dan terendah di Kota Merauke yaitu sebesar -0,01
persen. (humas)

http://www.kilaskaltara.com/wp-content/uploads/2017/12/uykuykuyku.jpg

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply