Kaltara Usulkan Dua Trayek Baru Bus Damri

Kaltara Usulkan Dua Trayek Baru Bus Damri

TRAYEK BARU : Bus Damri masih menjadi andalan masyarakat di wilayah Kaltara. Utamanya, yang berada di wilayah Bulungan, Malinau, termasuk Berau di wilayah Kaltim.


TANJUNG SELOR – Semenjak mulai beroperasi pada 2015 lalu, masyarakat Kalimantan Utara (Kaltara) sangat antusias menyambut adanya trayek angkutan perintis yang dimotori oleh PO Damri (persero). Ini merupakan salah satu usaha yang dilakukan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara, melalui Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sebagai kepanjangan tangan pusat dalam melakukan layanan transportasi. Utamanya, kepada masyarakat yang selama ini belum terjangkau.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kaltara Taupan Madjid mengatakan, sedikitnya ada empat trayek Damri di Kaltara yang sudah jalan. Antara lain tujuan Tanjung Selor-Malinau, Tanjung Selor-Berau, Salang-Malinau dan Tanjung Selor-Mangkupadi yang belum lama dioperasikan

Karena angkutan ini merupakan perintis dan disubsidi oleh pemerintah, tarif yang dikenakan sangat rendah. Tarif Damri Tanjung Selor-Malinau misalnya. Kepada penumpang hanya dikenakan tarif Rp 130 ribu per orang. Begitu pun dengan Tanjung Selor-Berau yang hanya Rp 50 ribu per penumpang.

Menurut Taupan, untuk menjawab tuntutan masyarakat, Dishub Kaltara kembali akan mengusulkan penambahan 2 rute baru yang ditargetkan bisa terealisasi pada 2019. Dua rute trayek tersebut yakni, tujuan Tanjung Selor-Kabupaten Tana Tidung (KTT) dan KTT-Malinau. Proses penambahan trayek ini sudah sampai kepada Kementerian Perhubungan. “Kita tinggal menunggu hasil akhirnya saja. Untuk menindaklanjuti, kita juga terus melakukan koordinasi kepada kementerian dan pihak Damri sebagai operator,” kata Taupan yang didampingi Kabid Perhubungan Darat, Aswandi.

Selain rencana usulan penambahan trayek, dikatakan, informasi lain yang diperoleh langsung dari pihak Damri, bahwa akan ada penambahan dua unit bus Damri dengan fasilitas pendingin atau Air Conditioner (AC) yang akan menggantikan bus Damri tujuan Tanjung Selor-Malinau. “Jika usulan penambahan trayek itu disetujui oleh Kementerian, bus lama itu yang akan digunakan untuk rute Tanjung Selor ke KTT, dan KTT menuju Malinau. Prosesnya hanya tinggal menunggu persetujuan dari Direksi dan tentunya dari BPTD (Balai Pengelolaan Transportasi Darat) Kaltim-Kaltara yang berada di Balikpapan (Katim),” jelasnya.

Taupan menambahkan, untuk pelayanan di Kaltara sendiri, Damri mengoperasikan sebanyak 9 unit bus berkapasitas masing-masing 19 seat. Dua di antaranya berada di perbatasan wilayah Mansalong-Salang, Kabupaten Malinau. Pada 2017, Pemprov juga mengusulkan pengajuan kepada Menteri Perhubungan RI untuk penambahan tiga rute baru (perintis) yang mana merupakan wilayah perbatasan negara yang terisolir dan belum berkembang. Yakni, Sei Manggaris-SP I /SP II, Pembeliangan-Naputi dan Pembeliangan-Sujau.(humas)

 

///Grafiss///

RUTE USULAN TREK BUS DAMBRI

  • Tanjung Selor (Kab Bulungan) – Tideng Pale (KTT)
  • Tideng Pale (KTT) – Malinau (Kab Malinau)
  • Sei Manggaris – SP I /SP II
  • Pembeliangan – Naputi
  • Pembeliangan – Sujau

TREK BUS DAMRI DI KALTARA

  1. TANJUNG SELOR – MALINAU
  • Jam 09.00 Wita

Dari Pasar Induk Tanjung Selor

  • Jam 09.00 Wita

Dari Terminal Malinau

Tarif Rp 130.000

  1. TANJUNG SELOR – BERAU
  • Jam 11.00 Wita

Dari Pelabuhan Kayan II Tanjung Selor

  • Jam 09.00 Wita

Dari Terminal KM 5 Rinding Berau

Tarif Rp 50.000

  1. MANSALONG SALANG – MALINAU
  • Jam 08.30 Wita

Dari Pasar Sebuku Salang

  • Jam 14.00 Wita

Dari Terminal Malinau

Tarif Rp 50.000

  1. TANJUNG SELOR – MANGKUPADI
  • Jam 15.00 Wita

Dari Pasar Induk Tanjung Selor

  • Jam 08.00 Wita

Dari Mangkupadi

Tarif Rp 45.000

Sumber : Dishub Provinsi Kaltara, 2018

 

http://www.kilaskaltara.com/wp-content/uploads/2017/12/uykuykuyku.jpg

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply