MUI Tarakan haramkan Money Politik.

MUI Tarakan haramkan Money Politik.

image1.jpeg

Kilas Tarakan – Agar Pemilihan walikota dan wakil walikota (Pilwali) Tarakan yang bersih dari money politik bukan saja tugas penyelenggara pemilu seperti Komisi Pemilihan Umum (KPU) mau pun Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu). Bahkan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Tarakan mengingatkan, agar menjauhi money politik atau politik uang yang hukumnya haram dan dilarang oleh agama.

Ketua MUI Tarakan, H. Muhammad Anas mengatakan, Islam sejak zaman Rasulullah Muhammad telah menegaskan sogok menyogok sangat dilarang.”Money politik itukan bahasa Inggrisnya tapi esensinya sama dengan menyogok, dan ini sudah jelas dalam hadis sahih antara yang menyogok dan yang disogok tempatnya neraka,” tegas Anas.

Anas menambahkan, sama halnya seperti ada istilah “ambil uangnya, jangan coblos orangnya” hal tersebut sangat salah. Sebab menurut Kiyai kharismatik ini, kebanyakan orang yang memberi saat Pilkada niatnya dipilih.

“Langsung saja tolak dari awal, termasuk memberikan bingkisan selain uang hal tersebut juga dilarang dalam kacamata Islam,” tegasnya.

Oleh karenanya, H. Muhammad Anas mengingatkan, siapa pun pasangan calon (Paslon) yang maju pada Pilwali jika dikehendaki Allah menjadi walikota tak akan ada yang bisa menghalangi.

“Kalau memang Allah menghendaki kita terpilih maka tidak akan tertukar dengan calon lainnya,” tutupnya. (Ib/kk)

http://www.kilaskaltara.com/wp-content/uploads/2017/12/uykuykuyku.jpg

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply