Ditjen Cipta Karya menargetkan 2019 Penanganan permukiman kumuh secara komprehensif dan kolaboratif selesai

Ditjen Cipta Karya menargetkan 2019 Penanganan permukiman kumuh secara komprehensif dan kolaboratif selesai

Kilas Tarakan ; Kabag Cipta Karya DPUTR Pemkot Tarakan, Fandariansyah ST, MT terus mengakselerasi program Rencana Pencegahan dan Peningkatan Kualitas Permukiman Kumuh Perkotaan (RP2KPKP) Kota Tarakan. Ia menjelaskan, perwujudan permukiman perkotaan yang layak huni, dimulai dengan penanganan permukiman kumuh secara komprehensif dan kolaboratif sebagai bentuk dukungan gerakan 100-0-100 di perkotaan dimulai dari tahun 2014 hingga terget 2019.

“Semua bidang PU dan instansi terkait terus bersinergi melakukan Penanganan kawasan kumuh lewat Program Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU) yang merupakan upaya strategis Direktorat Pengembangan Kawasan Permukiman”, jelas Fandan ditemui di ruang kerjanya (23/02/2018)

Ditambahkannya, Ditjen Cipta Karya, dalam rangka meningkatkan peran masyarakat dan memperkuat peran Pemerintah Daerah sebagai “Nakhoda” dalam percepatan penanganan kawasan kumuh. Lanjutnya, sejauh ini kegiatan Cipta Karya telah menuntaskan kawasan kumuh di Kota Tarakan terbukti dengan sudah banyak paket yang telah diselesaikan seperti penyiringan derainase daerah pesisir dan lain sebagainya.

“Kumuh disinikan kawasan padat penghuni serta tidak terawat, contohnya banyaknya sampah berserakan dan sistem lingkungan yang tidak rapi. Kita bisa lihat sekarang wilayah pengerjaan proyek penanganan banjir Sebengkok dan Selumit pemukiman warga sudah mulai tertata”, lanjutnya.

Diharapkan peran Pokja PKP lebih aktif karena merupakan ujung tombak dari seluruh kegiatan penanganan kawasan kumuh untuk mencapai target 100-0-100 di tahun 2019. (Amr/kk)

http://www.kilaskaltara.com/wp-content/uploads/2017/12/uykuykuyku.jpg

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply