Minimalisir Kerugian Negara, BNN Lakukan Evaluasi Program Rehabilitasi.

Minimalisir Kerugian Negara, BNN Lakukan Evaluasi Program Rehabilitasi.

Kilas Tarakan ; Evaluasi program Badan Narkotika Nasional –BNN- terus dilakukan hingga ke daerah-daerah termasuk di Kota Tarakan. kepala BNNK Tarakan Dr.Agus Surya Dewi menyebutkan, banyaknya korban penyalagunaan narkotika dan minimnya rumah pemulihan atau rehabilitasi, membuat semua lapas di Indoensia over kapasitas, baik itu diisi oleh korban maupun tersangka peredaran narkotika.

“Evaluasi program yang lalu-lalu, Kata Pak Budi Wasesi (Buwas) kita sudah banyak menangkap para pengedar, penyalaguna bahkan bandar, tanpa barang bukti. Tapi itu tadi, menyadarkanya bagaimana? Karena sama saja bohong, kita masih mengunakan pola pemaksaan”, jelas Dewi (21/02/2018) dikonfirmasi kilaskaltara.com melalui Via Telpon.

Untuk itu, Dewi menambahkan pihak BNN akan melalukan sosialisasi masif pencegahan dan juga pola pendekatan memunculkan kesadaran sendiri. Dikarenakan negara harus mengeluarkan kurang lebih 65 Juta Rupiah untuk satu orang korban penyalagunaan narkotika.

“Pendekatan sisi humanis dan dorongan kesadaran diri dari dalam, untuk meninggalkan barang haram narkotika yang penting”. Tutup Dewi.

http://www.kilaskaltara.com/wp-content/uploads/2017/12/uykuykuyku.jpg

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply