Kunjungi Kaltara, Konjen Jepang Tawarkan Bantuan

Kunjungi Kaltara, Konjen Jepang Tawarkan Bantuan
KONJEN JEPANG : Pertemuan antara Konjen Jepang untuk Indonesia (wilayah Surabaya), Tani Masaki bersama pihak Pemprov Katara yang diwakili asisten III bidang administrasi umum, H Zainuddin, Rabu (1/11).

KONJEN JEPANG : Pertemuan antara Konjen Jepang untuk Indonesia (wilayah Surabaya), Tani Masaki bersama pihak Pemprov Katara yang diwakili asisten III bidang administrasi umum, H Zainuddin, Rabu (1/11).

Kilas Bulungan – Konsulat Jenderal (Konjen) Jepang untuk Indonesia, wilayah Surabaya, Tani Masaki melakukan kunjungan kehormatan ke Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara), Rabu (1/11) kemarin. Kedatangan Tani Masaki beserta stafnya, diterima oleh Asisten Bidang Administrasi Umum Sekretariat Provinsi (Setprov) Kaltara H Zainuddin HZ yang mewakili pihak Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara di ruang kerjanya.

H Zainuddin mengatakan, kunjungan ini dalam rangka untuk membahas kemungkinan kerjasama yang dapat dibangun antara Pemprov Kaltara (Indonesia) bersama dengan Pemerintah Jepang.

Dalam kunjungannya Tani Masaki menawarkan kerjasama dalam bentuk bantuan hibah untuk membantu kebutuhan dasar masyarakat tingkat akar rumput. Seperti bantuan sarana air bersih, elektrifikasi desa, pengadaan alat medis rumah sakit, maupun Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) dan masih banyak lagi. “Bantuan Akar Rumput sebutan mereka. Dengan bantuan maksimal untuk setiap proyek sejumlah 10 juta Yen atau sekitar Rp 900 juta yang tujuan dan manfaatnya harus jelas untuk masyarakat yang betul-betul membutuhkan,” ungkap H Zainuddin.

Kunjungan Tani Masaki dan timnya di Kaltara akan berlangsung selama 2 hari. Sebelum ke ibukota provinsi, mereka telah terlebih dahulu berkunjung ke Malinau. “Di sana mereka meresmikan 1 ruang perpustakaan dan pengadaan peralatan belajar mengajar untuk kelas di 6 SDIT (Sekolah Dasar Islam Terpadu) Hidayatullah Malinau,” ujarnya.

Dalam bantuan yang mereka tawarkan, terang H Zainuddin, harus ada persyaratan yang dipenuhi. Utamanya, bagi lembaga yang ingin mengajukan proposal. “Tidak boleh dari unsur pemerintah, harus berasal dari Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) atau swasta yang terpercaya dan direkomendasikan oleh Pemprov Kaltara. Persyaratan lain, lembaga itu harus memiliki pengalaman minimal 2 tahun,” jelasnya.

“Kita (Kaltara) mendapat kemudahan, dengan bisa menggunakan NGO (Non Government Organization) atau swasta yang berasal dari luar Kaltara. Namun dengan catatan, programnya harus sesuai dengan yang dibutuhkan oleh masyarakat Kaltara dan direkomendasikan oleh Pemprov,” lanjut H Zainuddin.

Dalam kesempatan itu, kepada Konjen Jepang, H Zainuddin sempat menanyakan bagaimana caranya untuk mendapatkan bantuan langsung dari Pemerintah Jepang seperti yang didapatkan Kabupaten Bantaeng. “Tani Masaki menjawab, yang harus dilakukan adalah mengajukan permohonan tersebut melalui Pemerintah Indonesia terlebih dahulu. Karena bantuan tersebut berupa bantuan Pemerintah Jepang ke Pemerintah Indonesia, yang nantinya diteruskan ke provinsi atau kabupaten dan kota yang mengajukan,” ucapnya lagi.

H Zainuddin berharap, pertemuan tersebut menjadi titik awal dalam menjalin kerjasama yang baik antara Pemprov Kaltara dengan Pemerintah Jepang. Utamanya dalam membantu kebutuhan dasar masyarakat Kaltara. (humas/kk)

http://www.kilaskaltara.com/wp-content/uploads/2017/12/uykuykuyku.jpg

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply