Yukkk, Kenali Komunitas OPOB Kaltara!!!

Yukkk, Kenali Komunitas OPOB Kaltara!!!
Founder OPOB, Sarinah kala melakukan kegiatan literasi di sejumlah SD di pedalaman Kaltara.

Founder OPOB, Sarinah kala melakukan kegiatan literasi di sejumlah SD di pedalaman Kaltara.

PATUT menjadi apresiasi banyak pihak, Provinsi Kaltara yang merupakan beranda perbatasan Indonesia memiliki komunitas literasi. Gerakan yang muncul dari ide mengumpulkan buku-buku bekas dengan tujuan untuk disumbangkan ke desa-desa terpencil konsisten dilakukan sejak Oktober 2015.

Sebagai mahasiswi kegiatan syarat makna sosial ini begitu penting untuk saya lakukan. Berawal dari ide program kerja yang diusulkan saat menjalani Kuliah Kerja Nyata (KKN). Setelah menyelesaikan KKN secara singkat karena harus mewakili Provinsi Kaltara mengikuti Program Kemenpora Kapal Pemuda Nusantara Sail Tomini 2015.

Kegelisahan kurangnya sarana membaca di desa-desa terpencil serta maraknya kegiatan hedonism di kalangan muda menjadi pendorong hati untuk meneruskan misi pendidikan ini menjadi sebuah gerakan komunitas.

Travelling Education pertama di Desa Sekatak Pungit

Gerakan itu ternyata disambut baik oleh masyarakat baik remaja maupun dewasa serta orangtua. Sosialisasi pertama yang hanya menggunakan pesan siaran melalui broadcast bbm (blackberry massanger) ini mendapat respon cepat, sehingga pada bulan pertama mampu mengumpulkan sekitar 15 dus buku.

Begitu banyak yang tertarik bahkan menawarkan diri menjadi relawan dalam kegiatan yang diusung baru sebulan itu. Sambil menunggu respon dari beberapa perusahaan dan pejabat daerah dari proposal project yang diajukan, saya dibantu beberapa kawan membuat kegiatan percontohan pertama kali di Kampung Tengah, Pantai Amal Baru Tarakan. Kegiatan percontohan yang hanya membawa banner, buku-buku cerita anak, terpal, papan tulis mini, balon dan pengeras suara (toak) ini berjalan dengan sangat baik sesuai konsep yang diinginkan.

Komunitas cinta baca yang diberi nama One Person One Book, memiliki beberapa rangkaian kegiatan menarik bagi anak- anak di antaranya lapak buku bacaan, kelas motivasi (dongeng dan drama musical), kelompok cita-cita, penanaman karakter nasionlisme (peta konsep), permainan edukasi serta senam penguin/baby shark bersama.

Setelah dua kali mengadakan kegiatan percontohan di Kota Tarakan, komunitas yang memiliki salah satu misi “melestarikan budaya membaca sejak usia dini” mulai menyusun strategi dalam melanjutkan eksistensi, mulai membuka pendaftaran relawan, mengadakan donasi publik dengan acara musik jalanan, menjual merchandise baju kaos OPOB, berjualan pakaian bekas, donasi stiker sampai sosialisasi baik lewat media sosial sampai datang langsung ke sekolah-sekolah.

Berangkat dari besarnya anime relawan yang mencapai 20 relawan aktif untuk pertama kalinya kegaiatan Travelling Education Goes to Desa Komunitas OPOB dilaksanakan di Desa Pungit Kecamatan Sekatak pada 4 Februari 2016 (selama 5 hari). Berbagai rangkaian kegiatan diaplikasikan dan mendapat sambutan hangat dari pejabat desa dan anak-anak disana.

Tidak adanya sarana membaca memang membuat anak-anak begitu senang dan antusias melihat banyaknya buku-buku dihadapan mereka kala itu. Tanpa harus disuruh, mereka (para pelajar) langsung memilih buku-buku berdasarkan kesukaan mereka untuk dibaca, dan juga menambah referensi belajar siswa SD yang tidak lama lagi mengikuti Ujian Nasional. Ditambah lagi dengan berbagai games dan senam yang dilakukan bersama, suasana semakin suka cita.

Travelling Education pertama tersebut menambah keyakinan saya sebagai penggagas, bahwa Komunitas OPOB akan memberikan citra positif bagi anak muda khususnya mahasiswa bahwa pengabdian masyarakat di dalam Tri Darma perguruan tinggi juga dapat dilakukan di luar program KKN.

Komunitas OPOB kini telah memiliki hampir 50 relawan aktif dan telah mendapat dukungan dari berbagai kalangan, dimulai dari putri Indonesia, penulis buku, pemimpin daerah, anggota DPRD Provinsi, bahkan pemuka agama. Hal ini menambah semangat seluruh keluarga besar OPOB dalam mengabdikan diri.

Dalam perjalanannya yang sudah masuk tahun ketiga ini, komunitas OPOB juga harus  mempertahankan dan mengembangkan ide-ide kreatif agar tetap hidup memberikan warna serta nuansa menarik bagi anak-anak usia dini.

Saat ini Komunitas OPOB juga semakin aktif mensosialisasikan gerakan literasi lewat media sosial, bahkan media elekteonik lainnya seperti siaran radio dan media massa. Provinsi luar Kalimantan seperti Pulau Jawa dan Papua juga akan bersiap untuk kehadiran Komunitas OPOB ini. Wah, pasti seru ya jika Komunitas OPOB hadir menebar virus literasi hingga ke seluruh Nusantara. Semangat Pob!

Bagi para pembaca yang kiranya ingin bergabung menjadi relawan boleh mengubungi kontak person yang ada di laman facebook atau Bio Instagram OPOB. Facebook (Komunitas Opob), Instagram (onepersononebook), Twitter : Komunitas_OPOB, WA : 082351783357.

“Bekerjalah dengan ikhlas, hingga lelahmu menjadi suka cita bagi yang lainnya”

(Founder OPOB, Sarinah)

http://www.kilaskaltara.com/wp-content/uploads/2017/12/uykuykuyku.jpg

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply