Cleaning Service Ini Selesaikan Kuliah dengan Biaya Sendiri

Cleaning Service Ini Selesaikan Kuliah dengan Biaya Sendiri
Gatot Abdul Jukeri

Gatot Abdul Jukeri

KILAS TARAKAN – Patut menjadi contoh bagi generasi millennial di Kota Tarakan, usaha Gatot Abdul Jukeri yang akrab disapa Gatot pekerja CS (Cleaning Service) di Dinas Pendidikan Kota Tarakan dalam menyelesaikan study sarjana (S-1).

Kondisi ekonomi yang pas-pasan hampir memupuskan mimpi Gatot memiliki gelar sarjana pendidikan. Sebab, sejak lulus dari SMK Negeri 2 Tarakan pada 2010, Gatot tak melanjutkan jenjang pendidikannya dan memilih terjun kedunia pekerjaan.

Seiring berjalannya waktu, kurang lebih selama satu tahun, Gatot pun mendapat tawaran bekerja di salah satu lembaga kursus Bahasa Inggris, 2011. Meski bekerja menjadi CS, tak menyurutkan semangatnya untuk membantu perekonomian keluarganya.

Gatot pun bertemu sang Direktur, Dr. Agus Rianto yang juga merupakan salah satu dosen Universitas Borneo Tarakan (UBT). Dengan kemuliaan hati Agus, pria yang memiliki hobi berolahraga ini diberi kesempatan bekerja sambil belajar Bahasa Inggris di lembaga kursus tersebut secara gratis. “Alhamdulillah, waktu itu saya bertemu direkturnya dan juga diberi kesempatan bisa bekerja sambil belajar Bahasa Inggris secara gratis,” ujar Gatot.

Bekerja saja tidak cukup, Gatot menyadari pentingnya sebuah pendidikan. Niat itu memberanikan langkahnya meminta izin kepada Agus hingga diberikan kesempatan melanjutkan pendidikan S-1 di UBT. Dengan cara menyisihkan gajinya selama dua tahun. “Saya sadar juga tidak ingin membebani orangtua saya, jadi ngumpulin modal waktu itu buat lanjut kuliah,” jelasnya.

Dengan tekad kuat meraih prestasi selama kuliah, menghantarkan Gatot mendapatkan beasiswa PPA (Peningkatan Prestasi Akademik). Tak hanya itu beasiswa Pemkot Tarakan juga pernah ia dapatkan bahkan beasiswa prestasi lainnya seperti Supersemar selama dua semester terakhir kuliah serta beasiswa Bidikmisi.

Selama kuliah Gatot juga aktif di berbagai kegiatan mahasiswa mulai dari HMJ (Himpunan Mahasiswa Jurusan) ESA (English Students Association) hingga tingkat UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa) E-COM (English Community) dan menghantarkannya pernah memimpin sebagai Ketua UKM E-COM. Sedangkan prestasi mentereng lainnya juga pernah ia raih kala menjadi Best Speaker 1 dalam perlombaan debat Bahasa Inggris tingkat Universitas serta mewakili Provinsi Kalimantan Utara mengikuti NUDC (National University Debating Championship) di Banjarmasin Kalimantan Selatan. Gatot yang aktif di dunia organisasi juga tetap tidak melupakan pekerjaan sebagai CS. Sempat berhenti di lembaga kursus akibat tutup, dan melanjutkan pekerjaan yang sama di Primagama.

Keterbatasan bukanlah menjadikan sebuah halangan untuk meraih cita- cita dengan tekad yang kuat dan diiringi do’a bukan hal yang tak mungkin bagi Gatot menyelesaikan kuliahnya dengan masa studi 3 tahun 10 bulan. Disertai IPK (Indeks Prestasi Kumulatif) yang cukup fantastis 3.74 dengan judul thesis “The Effect of Using Field Trip Method to Improve The Students’ Writing Skill on Descriptive Text at The Tenth Grade Students of SMK Negeri 2 Tarakan”. Gatot juga berpesan bahwa jika hanya kuliah saja tidak cukup maka carilah ilmu sebanyaknya karna begitu banyak ilmu pengetahuan yang dapat membuka wawasan mulai dari buku, internet hingga dunia organisasi “Kuliah itu tidak semata-mata tentang nilai tapi bagaimana kita mendapatkan ilmu agar tidak sia-sia kuliahya, Jadi orientasinya bukan nilai saja,” tuturnya. (adr/kk)

 

http://www.kilaskaltara.com/wp-content/uploads/2017/12/uykuykuyku.jpg

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply